Setelah memiliki proposal yang baik, bagaimana cara untuk negosiasi dengan pihak sponsor ?
Teknik
dalam menegosiasi adalah sebuah teknik yang sangat penting untuk
dimiliki oleh seorang kader dakwah. Karena kemampuan kader untuk menguasai
teknik ini sangat berarti untuk meningkatkan kepercayaan diri,
kemampuan meyakinkan orang lain, kemampuan pengendalian emosi, dan jiwa
optimis dalam berjuang. Terkesan berlebihan kah ? mungkin bagi beberapa
orang iya, akan tetapi itulah yang saya rasakan ketika saya berhasil
melewati sebuah proses panjang negosiasi dengan sebuah perusahaan. Saya
akan mencoba memaparkan bagaimana teknik negosiasi ini dengan
berdasarkan pengalaman pribadi saya bersama dua saudara perjuangan saya
ketika masih tingkat 1 di ITB. Bersama Muhammad Luthfi Nur Imam dan
Gumilar Rahmat Hidayat, kami bertiga memperjuangankan negosiasi
sponsorship dengan sebuah provider seluler dalam sebuah kegiatan TRY OUT
SPMB tahun 2006. Saat itu kami berhasil menggaet sponsor tunggal dengan
total kerjasama hingga Rp.60.000.000. sebuah pencapaian terakhir dan
terbesar untuk saya, karena setelah itu, saya lebih banyak fokus di
bidang kaderisasi lembaga dakwah kampus.
Persiapan Pribadi
Langkah
awal adalah menyiapkan pribadi Anda sebelum memulai sebuah langkah
negosiasi yang panjang, pengalaman berbicara bahwa tenggang waktu untuk
kerjasama sponsorship antara 1 hingga 3 bulan lamanya. Oleh karena itu
secara pribadi perlu kiranya Anda menyiapkan diri sebaik mungkin.
1. Kemampuan
komunikasi dan presentasi, ini syarat utama dan pertama bagi seorang
yang akan bernegosiasi dengan sebuah perusahaan. Kemampuan komunikasi
ini tidak sebatas Anda mampu berbicara di depan umum, akan tetapi sejauh
mana Anda bisa mengeluarkan kalimat yang efektif dan dengan artikulasi
dan intonasi yang tepat hingga Anda bisa meyakinkan lawan bicara Anda.
Meyakinkan ini tidak cukup pula dengan olah suara yang baik, kemampuan eye contact dan body language dari
diri Anda juga akan membantu proses meyakinkan lawan bicara ini. Cara
paling mudah untuk mengetahui bahwa Anda sudah cukup layak untuk
melakukan proses negosiasi ini adalah dengan latihan di depan cermin
panjang yang memungkinkan Anda melihat diri Anda dar ujung kepala hingga
ujung kaki. Perbanyak latihan akan sangat membantu persiapan Anda.
2. Posisikan diri Anda diatas lawan
bicara Anda. Anda dan lembaga dakwah Anda TIDAK BUTUH UANG, Anda hanya
menawarkan sebuah bentuk kerjasama yang akan menguntungkan perusahaan
lawan bicara Anda. Ini adalah sugesti diri yang perlu dibangun. Ketika
sepersekian detik saja Anda sempat berpikit bahwa Anda butuh uang,
maka saat itulah Anda sudah kalah. Jangan pernah berada dalam kondisi
defensif dalam negosiasi, selalulah muncul dengan ide dan usulan
kerjasama yang lebih menguntungkan Anda dan lembaga dakwah Anda.
3. Optimis
untuk mendapat yang terbaik. Buat target berapa Juta rupiah Anda akan
bawa pulang setelah negosiasi dilakukan. dengan tetap berfokus pada
target Anda akan terus berusaha untuk mendapat nominal tersebut
atau tidak sama sekali. Trik ini bagus untuk membangun kepercayaan diri
serta harga diri yang kuat saat negosiasi, saya teringat ketika
negosiasi dulu, kami menolak tawaran Rp.30.000.000, karena memang fokus kami kerjasama diatas Rp.50.000.000. akan
tetapi keyakinan kami mampu dibaca dan dihargai oleh pihak perusahaan
hingga mereka negosiasi berakhir dengan kesepakatan yang kami inginkan.
4. Penampilan
yang baik. Ini adalah salah satu syarat yang perlu dipenuhi dan akan
menunjang semua syarat sebelumnya. Penampilan Anda adalah bentuk
penghargaan Anda terhadap diri Anda dan juga menjadi nilai awal dari
pihak perusahaan untuk menilai seberapa berharga diri Anda untuk diajak
kerjasama. Penampilan yang akan mampu membuat Anda dihargai dan dinilai
positif. Gunakan pakaian terbaik Anda, yang rapih dan bersih, serta
beralaskan sepatu. Semir sepatu dan rapihkan rambut Anda, hindari
penggunaan Jaket, gunakan sesuatu yang sederhana akan tetapi menunjukkan
citra elegan dari diri Anda. Ini adalah bentuk penyesuaian dengan
kondisi di perusahaan, agar Anda tidak tampak sebagai seorang Asing di
perusahaan tersebut.
Proses Negosiasi
Saya
mencoba membagi fase negosiasi ini dalam empat tahap, yakni; (1) tahap
pengajuan proposal, (2) tahap penindaklanjutan proposal, (3) tahap
negosiasi, dan (4) tahap kesepakatan kontrak kerjasama. Ini adalah
proses yang biasa dijalankan dalam negosiasi sponsorship dari awal
hingga bisa dikatakan deal yang ditegaskan dengan ditandatanginya kontrak kerjasama.
Tahap Pengajuan Proposal.
Sebelum mengajukan proposal Anda diharapkan dapat memiliki list calon
sponsor, sesuaikan perusahaan yang Anda ajak kerjasama dengan kegiatan
yang akan diadakan. Buat list dengan nama dan nomor kontak yang akan
dihubungi, sebisa mungkin Anda memiliki kenalan salah seorang dari
perusahaan tersebut untuk mempermudah kerjasama, akan tetapi bisa juga
melalui jalur biasa, yakni mengajukan langsung saja ke bagian marketing atau pemasaran dari perusahaan tersebut.
Anda
bisa membuat janji dengan kenalan Anda untuk bertemu dan memberikan
proposal pengajuan kerjasama. Jelaskan secara umum saja tentang kegiatan
yang akan dilakukan, biasanya Anda akan diminta menunggu terlebih
dahulu. Rentang waktu ini bertujuan agar pihak perusahaan mempelajari
proposal yang Anda ajukan. Tanyakan kepada pihak perusahaan kapan Anda
bisa menghubungi perusahaan itu kembali untuk mendapat kepastian.
Tegaskan tanggal dan waktu yang telah disepakati untuk meyakinkan kedua
belah pihak. Sekaligus penegasan komitmen bersama.
Jika
Anda mengajukan proposal tanpa kenalan, pesan saya, jangan pernah
titipkan ke bagian keamanan. Pastikan Anda bertemu dengan orang yang
tepat, apakah itu bagian penjualan, pemasaran atau humas. Kenalan dengan
nya dan catat nomor teleponnya serta tanyakan kapan Anda bisa
menghubungi kembali untuk kepastian selanjutanya. Jangan lupa untuk
kenalkan diri Anda dan gambaran umum kegiatan yang akan dilakukan.
Tahap penindaklanjutan proposal
Ini
adalah tahap yang sangat tidak jelas, karena semua tergantung dari
pihak perusahaan, Anda hanya bisa berdoa agar diberikan yang terbaik
oleh Allah. Setelah mengajukan proposal, Anda telah sepakat untuk
menghubungi kembali pada waktu yang telah ditentukan, pastikan Anda
menghubungi pihak perusahaan pada waktu yang sangat tepat. Ketepatan
waktu ini membuktikan kedisplinan diri Anda di mata pihak perusahaan.
Mulailah percakapan denga sedikit basa-basi dan memperkenalkan diri,
lalu barulah bertanya tentang kelanjutan proposal yang telah diajukan
sebelumnya. Ada tiga jawaban yang mungkin Anda dengar ;
a. “maaf
kebetulan perusahaan kami belum bisa menerima kerjasama yang ada”. Jika
jawabannya seperti ini maka Anda bisa mencoret perusahaan ini dari list Anda, jangan patah semangat coba cari ke yang lain.
b. “maaf,
manager kami baru pulang dari luar kota, jadi belum sempat dibaca,
bagaimana kalau besok lusa Anda menghubungi lagi”. Jika jawabannya
seperti ini berarti masih ada harapan, tugas Anda selanjutnya adalah
menghubungi kembali pada waktu yang telah ditentukan.
c. “ya
mas, kami tertarik untuk kerjasama ini, kapan kira-kira kita bisa
bertemu untuk membahas lebih lanjut?”. Jika jawabannya seperti ini makan
50% dari proses sudah terlewati. Berikan kesempatan kepada perusahaan
untuk menentukan waktu pertemuan, dan Anda harus siap untuk memenuhi
permintaan perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa Anda ready steady kapanpun untuk kerjasama ini. Sebuah poin plus dimata perusahaan.
Tahap negosiasi
Setelah
ada kesepakatan untuk audiensi, maka kemampuan negosiasi Anda yang
sesungguhnya diuji. Pastikan Anda bersama pemegang kebijakan strategis
lembaga ketika bernegosiasi, karena ada kemungkinan kerjasama yang
dilakukan akan melibatkan lembaga secara keseluruhan. Hal yang perlu
Anda siapkan adalah poin detail dari kerjasama yang ada, siapkan
kemungkinan pertanyaan yang bisa muncul seperti kesiapan panitia, target
peserta real¸kemungkinan kegiatan berhasil, dukungan rektorat,
dan lainnya. Selain itu siapkan bahan khusus untuk kerjasama lanjutan
yang bisa membuat paradigma bahwa pihak perusahaan akan untung besar
dengan kerjasama yang akan dibuat. Saya dulu membuat slide presentasi
dimana total slide sebanyak 21 buah, yang terdiri dari 18 slide
keuntungan untuk sponsor, dan 3 slide berisi hal yang kami harapkan bisa
dipenuhi oleh pihak perusahaan. Ini sebuah trik yang mampu membuat
sugesti bahwa, perusahaan mendapatkan banyak hal dan sebanding dengan
apa yang di investasikan.pastikan kedudukan Anda selalu diatas pihak
perusahaan dari segi psikologis, jangan tunjukkan bahwa Anda butuh uang.
Proses
negosiasi ini biasanya memakan waktu yang cukup lama, dan butuh
beberapa kali audiensi, oleh karena itu siapkan stamina dan ide ide
serta solusi kerjasama cerdas yang dapat menguntungkan kedua belah pihak
dan tentunya lebih menguntungkan untuk kegiatan Anda. Proses negosiasi
ini berakhir ketika terjadi sebuah kesepakatan antar kedua belah pihak.
Tahap kesepakatan kontrak kerjasama
Tahap
terakhir, ketika tanda-tangan sudah dibubuhkan maka negosiasi sukses.
Pelajari kontrak dengan baik, karena kontrak merupakan alat hukum.
Pastikan tidak ada multi intrepertasi makna dari kontrak yang ada, atau
merugikan pihak Anda. Setelah semua clear,kontrak dapat ditanda
tangani. Dan tugas selanjutnya adalah memenuhi segala persyaratan yang
ada. Ketika kepercayaan pihak sponsor sudah diberikan, maka jangan
kecewakan mereka dengan ketidak profesionalan Anda dan lembaga.
No comments:
Post a Comment