Dalam
proses komunikasi sesungguhnya jarang sekali jenis keterampilan berbahasa di
gunakan secara terpisah dari
keterampilan jenis lainnya. Ketika berbicara , kita pun mulai menyiapkan diri
untuk mendengarkan tanggapan dari lawan bicara. Ketika menulis ,tentu saja
secara simultan kita melakukan revisi jadi,dalam berkomunikasi,kita hampir
selalu menggunakan berbagai jenis ketrampilan berbahasa secara tumpang tindih
atau secara terintegrasi (celce –murcia dan olshtain,2000:180).
Dalam
praktek komunikasi yang sesungguhnya keterampilan menulis dapat di katakan
hampir selalu di gunakan secara terpadu dengan jenis keterampilan berbahasa
lainya. Keteranpilan menulis dapat di gunakan secara terpadu dengan
keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca.
Di dalam ini kita akan mengkaji jenis-jenis keterampilan berbahasa tersebut
secara terpadu dengan fokus pada keterampilan menulis. Dengan demikian, setelah
membaca ini, aku ,kamu dan mereka diharapkan dapat menerapkan dan merancang pembelajaran,
yaitu :
keterampilan
menyimak terpadu dengan fokus menulis;
keterampilan
bebicara terpadu dengan fokus menulis;
keterampilan
membaca terpadu dengan fokus menulis;
A. MENDENGARKAN
NYANYIAN DAN AKTIVITAS MENULIS
Nyanyian yang merdu dapat menggugah perhatian
siapa pun untuk mendengarkanya. Di antara lagu – lagu yang kita dengar, ada
yang menggugah perasaan kita. Perasaan yang timbul itu berbeda-beda ketika kita mendengarkan lagu
yang berbeda. Perasaan yang muncul mungkin berupa rasa gembira, terharu, rindu
atau justru menimbulkan rasa sedih, jengkel bahkan marah. Sebagai contoh kalau
kita dengarkan lagu Tak Ada Yang Abadi dari Peterpan.
Perasaan
apa yang akan muncul dalam diri anda? apakah merasa sedih? Apakah justru merasa
senang?
Lagu Tak
ada yang abadi bukan hanya enak di dengar, tetapi juga mengandung nilai-nilai
luhur kemanusiaan, keindahan, kasih sayang, dan nilai-nilai keimanan. Apabila
nyanyian itu kita dengar setelah melihat di televisi atau mendengar di radio
berita tentang musibah atau bencana yang menimpa saudara-saudara kita, seperti
kejadian tsunami Aceh, gempa Jogjakarta,
dan yang paling terkini yaitu gempa di Padang, kita merasa manusia tidak
berdaya melawan kehendak Allah SWT, kita di sadarkan bahwa semuanya tak ada
yang abadi, dan dorongan untuk tetap tegar menjalani kehidupan.
Selain
itu, lagu tersebut mungkin pula mencuatkan ide untuk membuat puisi, cerita
pendek, ataupun artikel kerohanian. Ide menulis apa pun yang muncul
merupakan bukti bahwa ada
kaitan antara mendengarkan dengan menulis.
Sebagai
penuntun kita dalam menulis kembali nyanyian menjadi sebuah esai, kita dapat
menggunakn beberapa penuntun beberapa pertanyaan berikut.
(1) Peristiwa apa
yang terjadi?
(2) Siapa yang
mengalaminya?
(3) Makna apa yang
ingin di sampaikan oleh pencipta lagu(penyanyi) apabila peristiwa itu di
kaitkan dengan peristiwa yang relevan?
(4) Bagaimana sikap
pencipta lagu (penyanyi) ?
(5) Bagaimana sikap
anda sendiri?
(6) Bagaimana sikap
masyarakat di sekitar anda?
Setelah
anda menceritakan kembali dan mengomentari isi lagu Tak ada yang abadi atau lagu yang lain, ide-ide
akan bermunculan,mungkin ide itu antara lain mengenai pendidikan,
keimanan/keagamaan bagi masyarakat luas, serta pentingnya rasa empati dan
simpati terhadap pihak-pihak yang terkena musibah.
B. MENDENGARKAN CERITA DAN AKTIVITAS MENULIS
Pernahkah
anda mendengarkan dongeng Malin Kundang ‘si Anak Durhaka’ pada waktu masih
kanak-kanak? Mungkin sebagian sudah pernah mendengarnya. Dongeng tersebut pada
mulanya dituturkan oleh orang tua kepada anaknya menjelang tidur. Saat ini,
dongeng yang di dengarkan oleh anak-anak “zaman dahulu” berulang-ulang
menjelang tidur kini di tulis dan di sajikan dalam buku-buku kumpulan dongeng.
Tidak hanya itu, dongeng itu telah di di tulis dalam wujud script film oleh Zettira ZR dan telah di tayangkan
oleh sebuah stasiun telivisi (Kompas 16 Januari 2005). Hal ini merupakan bukti
bahwa aktivitas menulis ada kaitannya dengan aktivitas mendengar.
C. MENDENGARKAN
DIALOG MENGENAI SUATU TOPIK DAN AKTIVITAS
MENULIS
Di suatu malam,
ketika anda duduk di depan televisi. Ada sebuah dialog yang menarik perhatian
anda. Topik itu adalah Perlu Tidaknya
Pelajaran Agama Disajikan di Sekolah.
Tentu saja
terjadi pro dan kontra dalam dialog itu karena stasiun televisi itu sengaja
memilih pembicaranya dari kalangan yang berbeda, yang pro dan yang kontra
dengan perlu tidaknya pelajaran agama di sekolah. Setelah anda mendengarkan
dialog/ debat tersebut selama satu jam anda akan memposisikan diri pada pihak
yang pro maupun yang kontra terhadap penyajian pendidikan agama di sekolah.
Pikiran-pikiran itu akan semakin jelas setelah anda tuangkan secara tertulis
pada lembaran kertas.
Pikiran-pikiran
anda yang telah dituangkan secara tertulis dalam lembaran kertas itu dapat di
urutkan secara logis, diperbaiki kalimatnya, dipilih kata-kata yang lebih
tepat, dilengkapi dengan beberapa hasil penelitian, teori atau sekedar
pengelaman-pengalaman individu dan masyarakat. Tulisan itu dapat pula di
rangkai menurut format yang di tawarkan oleh jurnak-jurnal ilmiah, antara lain
di mulai dengan pendahuluan (latar belakang masalah, tujuan penulisan, metode),
kemudian diikuti dengan pemaparan isi dan pembahasan selanjutnya di akhiri
dengan suatu kesimpulan dan saran atau sekedar penutup, serta dilengkapi dengan
daftar pustaka.
C. MENULIS CATATAN DARI SUATU KULIAH ATAU DISKUSI
Ketika mengikuti
suatu tutorial atau kuliah, anda perlu membuat catatan-catatan. Anda pasti
tidak dapat menulis secepat dosen berbicara.maka dari itu diperlukan adanya
strategi dalam menulis catatan kuliah. Pertama, kita harus berkosentrasi
mendengarkan materi kuliah atau tutorial agar kita dapat menangkap seluruh
materi yang di sampaikan. Kedua, kita hanya perlu mencatat materi-materi
penting dalam kata-kata kunci atau frase-frase. Ketiga, catatan hanya kata-kata
kunci atau frase-frase tersebut dikembangkan menjadi catatan kuliah yang
lengkap.
Catatan materi
kuliah atau tutorial yang di wujudkan dalam kata-kata kunci atau frase-frase
hendaknya segera dikembangkan menjadi sebuah catatan kuliah yang lengkap
segerea setelah selesai kuliah.langkah-langkah yang dapat di tempuh adalah
sebagai berikut :
1. melengkapi
catatan kuliah melalui rekontruksi terhadap materi kuliah yang masih tersimpan
dalam ingatan kita.
2. mempertajam
pemahaman mengenai meteri perkuliahan melalui diskusi kelompok. Catatan yang
telah di buat menjadi bahan diskusi.
No comments:
Post a Comment