Assalaamu’alaykum wr.wb.
Materi UTS Agama Islam
Kedudukan Manusia
Manusia memiliki dua kedudukan/amanat yaitu :
Sebagai Hamba
Dalam hal ini manusia pada qudratnya ialah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dan harus selalu menghambakan diri kepada Allah SWT.Aplikasi ialah selalu beribadah dan selalu bertaqwa kepada Allah SWT.
Sebagai Pemimpin/Khalifah
Dalam hal ini manusia pada hakekatnya ialah sebagai seorang pemimpin.Pemimpin dirinya sendiri,orang lain,lingkungan,alam semesta,dsb.Sebagai seorang pemimpin manusia haruslah bisa melindungi,menjaga,dan melakukan hal yang terbaik yang dia bisa lakukan untuk segala sesuatu yang di pimpinnya.
Manusia harus bisa mennempatkan diri entah itu sebagai hamba ataupun pemimpin.Kedua kedudukan diatas tidak boleh dicampur adukkan dalam aplikasinya.
Contoh:
Menghambakan diri hanya kepada Allah SWT tidak boleh kepada selain Allah SWT,entah itu kepda manusia,alam semesta ,dll.
3 Unsur Pada Diri Manusia
Ada tiga unsur yang dalam diri manusia yaitu :
Jasad.
Jasmani manusia berhubungan dengan kesehatan tubuh.Memerlukan asupan biologis seperti makan,minum,dll.
Akal
Berhubungan dengan pengaturan diri,akhlaq dan ilmu sebagai asupannya.
Ruh
Berhubungan dengan spiritual manusia.Hubungan antara manusia dengan Al –Khaliq,Allah SWT.Ibadah sebagai asupannya.
Ketiga unsur diataslah yang ada pada dalam diri manusia.Kita harus selalu menjaga asupan dari segala unsur yang ada dan asupannya harus seimbang pada ketiganya. Keseimbangan ketiga unsur ini nantinya akan mendukung/menunjang kedudukan kita sebagai manusia yaitu sebagai hamba dan pemimpin.
Selain ketiga unsur tersebut dalam diri manusia juga ada sifat
Ego : ingin memeiliki
Ingin menguasai
Keberanian
Surat Al - Imron ayat 79
Artinya :
“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. “(QS.Al-Imron 79)
Basyar
Basyar artinya manusia.Dalam hal ini yang menjadi obyek ialah fisik/biologis manusia itu sendiri.Jadi basyar itu ialah sebutan manusia yang tertuju pada sifat fisik/wujud dan biologisnya sebagai manusia biasa yang memerlukan makan/minum bisa sakit dan lain sebagainya.
Insan
Insan artinya manusia.Dalam hal ini yang menjadi obyek ialah pribadinya,karakter dan akhlaqnya.Insan juga bisa diartikan sebagai wadah ketiga unsur yaitu jasad,akal,dan ruh.
Naas
Naas artinya manusia.Dalam pemakaiannya kata naas digunakan sebagai sebutan untuk manusia secara umum tanpa terkecuali.
Rabbani
Rabbani ialah orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah s.w.t.Yang selalu mengajarkan tentang ilmu dan Al-Qur’an.
Surat Al Baqarah ayat 21
Artinya :
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,”(QS.Al – Baqarah ayat 21)
Mengenai panggilan yang digunakan Allah SWT kepada manusia dalam ayat diatas. Dalam ayat diatas menggunakan kata “Hai”.
Kata “Hai” disini merupakan kata panggilan untuk semua orang.Ada dua fungsi dari kata “Hai’ yaitu :
Untuk panggilan orang-orang yang jauh
Untuk panggilan orang-orang yang dekat.Dalam hal ini kata “Hai” yang digunakan oleh Allah SWT dengan orang-orang yang dekat(beriman) ialah merupakan panggilan mesra, panggilan yang menyatakan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman.
Hal tersebut dimaksudkan agar dalam prosesnya menghambakan diri/menyembah kepada Allah SWT seorang hamba akan lebih senang,nyaman dan merasa ringan dalam menjalakannya karena terdapat rasa kasih sayang Allah SWT yang menyertainya.
Dalam ayat diatas ada hal yang perlu kita jalankan.Kita harus menghambakan diri/menyembah kepada Allah SWT tidak boleh menyekutukan-Nya.
Taqwa secara umum yang kita ketahui ialah melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.Secara bahasa artinya memelihara.Dalam artian lain taqwa ialah merupakan suatiu pengontrol tahap keadaan manusia yang berupa Islam,Iman,Ihsan,dan Ikhlas.
Ibadah ialah segala kegiatan entah itu dalam jasad,ruh,dan akal dalam jalan yang sudah disiapkan oleh Allah SWT dan ibadah itu dilandasi dengan taqwa.Unsur ibadah taat,patuh,jalan yang benar.
Surat Al Fatihah
Artinya :
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al- Fatihah ayat 1-7)
Mengenai
Ayat 1
Dengan memahami ayat pertama maka kita akan tahu bahwa Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Pekerjaan yang dimulai dengan bacaan basmallah akan kita lakukan dengan perasaan senang dan bahagia serta pekerjaan kita akan berbuah baik.
Pekerjaan yang kita awali dengan basmallah maka akan menuju kebajikan.
Ayat 2
Pujian/syukur kepada Allah SWT
Tuhan seluruh semesta alam,kata tersebut bersifat jamak
Sebagai makhluk kita harus menjaga lingkungan/alam
Ayat 3
Penegasan bahwa Allah SWT itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ayat 4
Allah SWT menguasai Hari Pembalasan.Oleh karena itu,sebagai hamba Allah SWT, kita harus menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi.
Ayat 5
Dalam ayat ini Allah SWT menyatakan bahwa setiap manusia itu dekat dengan-Nya .
Meminta pertolongan itu langsung kepada Allah SWT (tanpa perantara), karena Allah itu
dekat.
Ayat 6
Jalan yang lurus itu jalan yang diridhoi oleh Allah SWT,jalan yang sudah disiapkan oleh Allah SWT
Ayat 7
Orang-orang yang Kau beri nikmat (aktif).Orang – orang yang dimurkai(pasif). Jadi orang-orang yang dimurkai adalah mereka yang membuat jalannya sendiri.
Dalam ayat ini terdapat 3 golongan yaitu mereka yang diberi nikmat(islam), yang murkai,dan yang sesat.
No comments:
Post a Comment