Pages

Thursday, 27 March 2014

Kerusakan pada Pahat



Kerusakan Pada Pahat
Kerusakan pahat potong selama operasi pemesinan tidak dapat dihindarkan, akan tetapi dapat diminimalisir. Fenomena kerusakan akibat impact pada saat pahat potong pertama sekali menyayat benda kerja belum banyak informasi yang telah diperoleh
Berikut adalah Macam - macam kerusakan Pahat:
1.              Kerusakan karena retak/patah (fracture failure), terjadi bila gaya potong (Fc) terlalu tinggi.
Gambar :Pahat Patah
2.              Kerusakan karena temperatur (temperature failure), terjadi bila temperatur akibat gesekan terlalu tinggi.
3.              Aus karena pemakaian berulang-ulang (gradual wear); pemakaian yang berulang-ulang dapat menyebabkan ketajaman perkakas berkurang. Ketajaman berkurang menyebabkan efisiensi pemakaian berkurang dan temperatur meningkat akibat gaya gesekan bertambah, maka akan terjadi kerusakan

Gambar  Pahat Aus

Berikut kerusakan pada tool disertai identifikasi dan penyebabnya
Identifikasi:
Abrasif Wear
Bentuk ini ditemukan pada permukaan mata pahat yang berkecepatan rendah dan permukaannya sangat kasar.  Biasanya menciptakan BUE chip.Chipnya tersebut tidak membentuk spiral. .
Penyebab:
Pengelasan bagian material kepada tool yang menyebabkan terlepasnya tool
Gambar : Abrasif wear
Adesi Wear
Identifikasi:
dalam,banyak terdapat goresan - goresan yang terlihat secara jelas di atas permukaan tool.Goresan - goresan tersebut juga dapat muncul secara dominan di depan baris
Penyebab:
terjadi akibat adanya gaya tekan dan panas yang tinggi sehingga perkakas mengalami keausan akibat adanya partikel-partikel kecil material perkakas yang lepas dari permukaannya dan melekat pada bagian benda kerja. Hal ini biasa terjadi antara serpihan dengan permukaan garuk perkakas.
Adesi
Proses difusi  prosesnya hampir sama dengan adesi, tetapi disini yang melepaskan diri adalah atom-atom material perkakas, berdifusi menuju serpihan sehingga kekerasan perkakas berkurang. Bila proses ini berlanjut secara terus-menerus, maka akan mudah mengalami adesi dan abrasi. Difusi adalah merupakan penyebab terjadinya keausan dalam bentuk lubang (crater wear) pada perkakas.
deformasi plastik  terjadi karena ada peningkatan temperatur yang tinggi akibat gesekan, maka material perkakas menjadi lunak dan mudah mengalami deformasi plastik. Deformasi plastik merupakan penyebab utama terjadinya keausan panggul (flank wear).
Built Up Edge
Identifikasi :
masalah ini pada umumnya yaitu diidentifikasi oleh bagian kecil material terhadap permukaan tool.Bue selalu menyebabkan chip
Penyebab : kecepatan pemahatan yang rendah,lemahnya aksi yang digunakan

Gambar : BUE
Chipping ware
identifikasi:
masalah ini pada umumnya terlihat sisi yang menajam.bentuknya irregular sepanjang sisinya
Penyebab: getaran yang terjadi pada cutting edge
Gambar : Chipping Ware
Flaking
Identifikasi:Munculnya Chip pada tool itu sendiri yang dapat memengaruhi proses permesinan pada tool
Penyebab : karena sering digunakan dan biasanya terjadi pada tool keramik
Gambar : Flaking
Spalling
Identifikasi : Bentuk ini ditandai dengan adanya terkikisnya lapisan - lapisan
Penyebab : Terjadinya delaminasi terhadap lapisan oleh lapisan lain
Gambar : Spalling





Thermal Cracking
Identifikasi : terdapat beberapa retakan retakan
Penyebab : yaitu karena peningkatan suhu yang diakibatkan oleh proses pemotongannya
Gambar : Thermal Cracking
Deformation Wear
Identifikasi : Terdapat suatu perbedaan pola dari yang sebenarnya yang terlihat kental
Penyebabnya: juga merupakan Suhu yang tinggi
Cobalt leaching wear
Identifikasi : pengaruh yang rendah yang terdapat pada cutting edge, grove - grovenya muncul dan membuat Kerusakan
Penyebab: Reaksi cobalt dengan amino alkohol yang merupakan zat sisa dari proses permesinan
Gambar: Cobalt Leaching Wear



No comments:

Post a Comment