BAB II
DASAR
TEORI
2.1 KERJA TURNING
2.1.1
Tujuan Kerja Turning:
Dengan
adanya praktikum kerja turning ini bertujuan agar praktikan :
1. Mampu memahami dan menguasai bagian –
bagian dan perlengkapan dari mesin bubut atau mesin turning.
2. Mampu mengoperasikan mesin bubut dengan
baik dan benar.
3. Mampu membuat desain yang memerlukan kerja
turning.
4. Mengetahui fungsi dan cara kerja mesin
turning.
5. Mengetahui estimasi biaya dan waktu
pengerjaan mesin turning.
6. Membandingkan waktu aktual dan waktu
perencanaan.
2.1.2
Dasar Teori
2.1.2.1
Definisi
Mesin turning atau
mesin bubut merupakan suatu mesin perkakas yang memproduksi bentuk silindris.
Mesin bubut mempunyai gerak utama berputar dan berfungsi sebagai pengubah
bentuk dan ukuran benda dengan jalan menyayat benda kerja dengan pahat. Posisi
benda kerja berputar sesuai dengan sumbu mesin dan pahat diam, bergerak ke
kanan atau ke kiri searah dengan sumbu mesin bubut menyayat benda kerja. Kegunaan lain dari mesin bubut adalah
membuat pusat (center), mengebor.
(Bambang Priambodo,
1986, hal. 101)
2.1.2.2 Macam-macam Operasi Kerja Mesin Turning
1.
Membuat Bubut Longitudinal
(lurus)
Gerak jalan pahat sejajar dengan poros benda kerja,
sedang untuk pembubutan muka yang datar
pahat ini sejajar dengan sumbu horizontal benda kerja.
(Drs.Daryanto,
1987, hal.57)

Gambar 2.1 Membubut Longitudinal
2. Membubut Tirus
Cara membubut tirus ada tiga macam :
a. Dengan menggeser posisi tailstock
kearah melintang.
b. Dengan menggeser sekian derajat
eretan atas atau penjepit pahat.
c. Dengan memasang pembentuk.

Gambar
2.2 Membubut Tirus
3. Membubut
eksentris
Bila garis
bagi dari dua atau lebih silinder dari sebuah benda kerja sejajar maka benda
kerja ini disebut eksentris, jarak antara garis – garis bagi itu disebut
eksentrisitas (e).

Gambar 2.3 Membubut
Eksentris
4. Membubut Alur
Menggunakan pahat bubut pengalur dan
jenisnya ada yang lurus, bengkoko, berjenjang ke kanan, atau ke kiri.

Gambar 2.5 Membubut Alur
5. Memotong Benda Kerja Berbentuk Batang Pada
Mesin Bubut
Digunakan sebuah
pahat pengalur dengan penyayat yang ramping atau pipih.

Gambar
2.6 Memotong Benda Kerja Berbentuk Batang
6.
Mengebor Pada Mesin Bubut
Ada dua cara pembuatan lubang center, yaitu :
a.
Benda kerja yang berputar
b.
Bor Center Yang Berputar
7.
Membubut Dalam (Reaming)
Untuk membuat lubang yang sudah ada dapat digunakan
pahat dalam.
8.
Membubut Profil
Menggunakan pahat profil
yangdiasah menurut profilnya. Pahat profil cocok untuk
produk-produk yang pendek.

Gambar
2.9 Membubut Profil
9.
Mengkartel (Knurling)
Membuat rigi-rigi pada benda kerja dengan gigi kartel
yang tersedia. Kartel bekerja dengan mencekam benda kerja bukan dengan
menyayat.

Gambar
2.10 Mengkartel (Knurling)
10.
Membubut Ulir Sekrup
(Threading)
Membuat ulir sekrup dengan mesin bubut digunakan khusus
dengan berbagai bentuk sesuai bentuk ulir yang diinginkan.

Gambar
2.11 Membuat Ulir
11.
Facing
Pahat bergerak secara radial pada benda kerja yang
berputar di salah satu ujungnya untuk membuaat permukaan yang rata pada
akhirnya
2.1.3
Jenis – Jenis Mesin Bubut
Jenis –
jenis mesin bubut antara lain :
1.
Mesin Bubut Senter (Center
Lathe Machine)
Merupakan jenis mesin bubut horizontal yang paling
banyak digunakan di bengkel-bengkel produksi. Mesin ini bekerja dengan bantuan
kepala tetap yang merupakan tempat kedudukan roda-roda gigi penghubung antara
motor penggerak dengan poros utama. Mesin bubut ini berfungsi untuk membubut
luar, membubut dalam, membubut datar, kartel, membuat kanis, membubut
eksentris, membubut profil, memotong ulir,
(Drs.Daryanto,
1987, hal.27)

Gambar 2.12 Mesin Bubut Senter

Gambar 2.13 mesin bubut senter tampak depan
2.
Mesin Bubut Muka
Mesin bubut muka juga dinamakan mesin
bubut kepala, sebab pada mesin bubut ini mempunyai pemegang benda kerja yang
berukuran besar. Mesin bubut muka merupakan mesin bubut yang terutama digunakan
untuk membubut benda kerja berbentuk piringan yang besar, seperti roda gila,
puli, dan sebagainya. Benda kerjanya dicekam dengan cakar-cakar yang dapat
disetel pada pelat penyetel yang besar, sehingga senter tidak diperlukan. Jadi kebanyakan mesin bubut muka tidak
memiliki kepala lepas. Terdapat eretan belakang.

Gambar 2.14 Mesin
Bubut Muka
3.
Mesin Bubut Revolver atau
pistol (Revolver lathe macine)
Mesin bubut pistol
bekerja secara ekonomis, semua perkakas yang diperlukan untuk pengerjaan
dipasang pada sebuah kepala revolver. Dengan pemutaran kerja revolver,
perkakas-perkakas didudukkan pada posisi pengerjaan secara berturutan. Dapat
dimungkinkan juga penyayatan dengan beberapa perkakas secara bersama-sama.

Gambar 2.15 Mesin Bubut Revolver
4.
Mesin Bubut Belakang
Kegunaanya
untuk mengasah atau menyayat benda bundar mesin frais. Keuntungan mesin ini
adalah tidak merubah profil benda kerja.
5.
Mesin Bubut Penyalin
Mesin
Bubut Profil digunakan untuk membubut poros bertingkat dengan bantuan sebuah
mal.

Gambar 2.16 Mesin Bubut Penyalin
6.
Mesin Bubut Korsel
Mesin ini termasuk jenis mesin
bubut vertikal. Fungsinya sama seperti mesin bubut muka, yaitu untuk membubut
benda kerja yang berukuran besar, tetapi pencekamannya lebih mudah karena
posisi pelat setelnya horizontal. Disamping itu benda
kerja yang panjang masih bisa dibubut.

Gambar 2.17 Mesin Bubut Korsel
7.
Mesin Bubut Turet
Pada
mesin bubut senter biasa, pencekaman benda kerja dan penukaran atau pemasangan
perkakas potong sering memerlukan banyak waktu.
Mesin Bubut turet bisa bekerja lebih
efektif, semua perkakas yang dibutuhkan untuk pengerjaan dipasang pada sebuah
kepala revolver. Dengan
perputaran kepala revolver perkakas-perkakas potong didudukkan pada posisis
pengerjaan secara berurutan.

Gambar 2.18 Mesin Bubut Turet
a.
Mesin Bubut Turet Horisontal
Operasi
dari mesin bubut jenis ini sepenuhnya otomatis agar seorang operator dapat
menangani dua mesin atau lebih. Mesin jenis ini digunakan pada tugas pencekaman
yang berjalan lama, yang usaha untuk penyetelan dan pemahatannya dapat
diperluas kepada banyak suku cadang. Keuntungan dari operasi otomatis ini
adalah penghapusan elemen manusia dari daur waktu, kemungkinan untuk operator
mengawasi beberapa mesin dan produksi yang lebih cepat.

Gambar
2.19 Mesin Bubut Turet Horisontal
b.
Mesin Bubut Turet Vertikal
Adalah sebuah mesin yang mirip
freis pengebor vertikal, tetapi memiliki karakteristik pengaturan turet untuk
memegang pahat. Terdiri atas pencekam atau meja putar dalam kedudukan
horisontal, dengan turet yang dipasangkan di atas rel menyilang. Sebagai tambahan,
terdapat paling tidak satu kepala samping yang dilengkapi dengan turet bujur
sangkar untuk memegang pahat. Semua pahat yang dipasangkan pada turet atau
kepala samping mempunyai perangkat penghenti masing-masing sehingga panjang
pemotongan dapat sama dalam daur mesin yang berurutan. Mesin ini dikembangkan
untuk memudahkan pemuatan, pemegangan dan permesinan dari suku cadang diameter
besar dan berat. Pada mesin ini hanya dilakukan pekerjaan pencekaman.

Gambar
2.20 Mesin Bubut Turet Vertikal
8.
Mesin Bubut CNC
Merupakan
penyempurnaan dari berbagai tipe mesin bubut yang ada dimana proses penyayatan
benda kerja dapat diprogram terlebih dahulu dengan komputer, sehingga
memungkinkan untuk membubut benda kerja secara masal dengan ketelitian yang
tinggi dalam waktu singkat.

Gbr 2.21 Mesin Bubut CNC
2.2.5 Bagian-bagian Mesin Bubut
1.
Kepala Tetap (Head Stock)
Kepala tetap
terdiri dari poros utama (spindle) dan kotak roda gigi (Gear box) yang berisi
konfigurasi beberapa roda gigi yang dengan pengaturan tertentu (pasangan),
sehingga menghasilkan beberapa variasi kecepatan poros utama dimana pencekam
benda kerja dipasang.

Gbr 2.22 Kepala Tetap
2.
Kepala Lepas
Digunakan untuk tumpuan benda kerja,
menggunakan ujung senter putar sebagai tumpuan. Tinggi senter kepala lepas
setinggi sumbu utama mesin bubut. Dengan demikian kedudukan benda kerja pada mesin bubut benar-benar
horizontal.
Kepala lepas dipasang pada
alas mesin (bed) dan dapat digerakkan sepanjang alas tersebut baik menjauhi
atau mendekati kepala tetap. Pada kepala tetap terdapat kepala poros yang
berlubang tirus dimana senter tetap, senter putar/pencekam pahat gurdi (drill
chuck) dipasang. Poros tersebut dapat digerakakkan keluar dan masuk kedalam
badan kepala lepas dengan cara memutar roda tangan (hand wheel).
Pada badan dan alas kepala
lepas dibawah roda tangan terdapat tanda garis. Senter kepala lepas pada
kedudukan sentris apabila tanda garis pada badan kepala lepas segaris dengan
tanda garis pada alasnya, berarti sumbu senter kepala lepas tidak segaris
dengan sumbu utama. Dan suatu kedudukan dikatakan senter kepala lepas pada
kedudukan tidak sentris, apabila tanda garis pada badan tidak segaris dengan
tanda garis pada alas, sumbu senter kepala lepas tidak segaris dengan sumbu
utama. Kedudukan senter tak sentris digunakan untuk tumpuan benda kerja ketika
dibubut tirus.

Gambar 2.23 Kepala Lepas

Gambar
2.24 Kedudukan Sentris & Tidak Sentris
3.
Eretan (carriage)
Adalah bagian mesin bubut dimana
eretan melintang, eretan atas dan penjepit pahat (tool post) dipasang. Eretan ini terletak antara kepala lepas
dan kepala tetap dan dapat digerakkan mendekati/menjauhi kepala tetap. Gerakan
eretan ini memungkinkan terjadinya gerakan pemakanan.
Eretan
melintang dipasang pada carriage dan dapat digerakkan dengan arah tegak
lurus gerakan carriage. Dengan gerakan eretan melintang dimungkinkan terjadinya
gerak penyetelan (kedalaman potong).
Eretan atas dipasang pada
eretan melintang dan dapat digerakan menjauhi/mendekati kepala tetap dan dapat
disetting sehingga membentuk gerakan menyudut yang memungkinkan untuk membubut
bentuk tirus. Pada eretan atas ini penjepit pahat (tool post) dipasangkan. Jadi
eretan terdiri atas : sadel/pelana, eretan melintang, eretan kombinasi,
pemegang pahat, kotak apron.
![]() |
Gambar 2.25 Eretan
(carriage)
4.
Alas Mesin (Bed)
Yang
dimaksud dengan alas mesin adalah kerangka utama mesin bubut, yang diatas
kerangka tersebut eretan serta kepala lepas bertumpu serta bergerak, adapun
alur alas mesin (bed) berbentuk V, datar atau rata. Biasanya terbuat dari besi
cor yang terbuat dari lapisan krom, dan terdapat celah pendek pada landasan
depan kepala tetap untuk menaikkan kapasitas mesin bubut pada saat membuat
roda-roda dan puli-puli besar.

Gbr.
2.26 Alas Mesin (bed)
5.
Chuck
Alat untuk menahan benda kerja
sekaligus untuk menyetel benda kerja agar sentris, lurus dengan jarum tail
stock dan memiliki gerakan melingkar. Macam-macam chuck :
a.
Magnetic chuck
b.
Three Jaw Chuck
c.
Four Jaw Chuck
d.
A four jaw independent chuck
e.
A three jaw independent chuck
f.
Collet chuck
g.
Spindel chuck
h.
Step chuck and closer
![]() |
6.
Centre (senter)
Senter pada mesin bubut adalah perlengkapan yang
berfungsi untuk menahan benda kerja. Bentuknya tirus, sedangkan ujung lainnya
berkepala runcing dan bersudut 600. Senter ada dua jenis yaitu :
a.
Senter yang dapat memutar, atau
senter berjalan (live center), biasa juga disebut senter kepala tetap (head
stock center)
b. Senter biasa, dipasang pada sumbu utama
kepala lepas maupun di sumbu utama kepala tetap. Senter biasa ini disebut senter kepala lepas (tail
stock center) atau center mati (dead center). Ciri-ciri senter mati :
-
Runcing dengan sudut 600
-
Berbentuk bola
-
Berlubang
-
Bencak (lubang landai)

Gambar 2.35 Senter Hidup

Gambar
2.36 Senter Tetap
2.2.6
Perlengkapan Mesin Bubut
Peralatan
tersebut antara lain adalah: pencekam benda kerja, pahat bubut, senter dan
sebagainya.
1.
Pahat Bubut
Adalah perlengkapan mesin bubut yang
berfungsi sebagai pemotong benda kerja, gerakan pahat sejajar sumbu benda kerja
untuk pembubutan rata, gerakan tegak lurus sumbu benda kerja untuk pembubutan
muka (facing) atau menyudut untuk pembubutan tirus.
Jenis
pahat menurut gerak pemakanannya dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.
Pahat Kiri
b.
Pahat Kanan
Jenis pahat menurut
penggunaannya, yaitu :
1.
Pahat Kasar
2.
Pahat Rata
3.
Pahat Chamfer
4.
Pahat Alur
5.
Pahat Ulir
6.
Pahat Potong
7. Pahat Radius

Gambar 2.38
Contoh Bentuk Pahat-pahat
2.
Pencekam Benda Kerja (Chuck)
Berfungsi untuk menempatkan benda kerja agar dapat diproses pada
mesin bubut. Jenis pencekam yang biasa digunakan adalah pencekam tiga rahang
(Three Jaws Chuck) dan pencekam empat rahang (Four Jaws Chuck).
a.
Pencekam Tiga Rahang (Three
Jaws Chuck)
Digunakan untuk mencekam benda kerja yang berbentuk silindris dan
bagian yang dikerjakan diharapkan satu sumbu dengan bagian yang dicekam.

Gambar 2.39
Three Jaws Chuck
b.
Pencekam Empat Rahang (Four
Jaws Chuck)
Gambar 2.40 Four Jaws Chuck
Pencekam ini dibedakan
menjadi dua, yaitu :
è Pencekam Empat Rahang Serempak
Digunakan untuk mencekam benda kerja yang berbentuk
silindris atau balok sama sisi dengan bagian yang dikerjakan diharapkan satu
sumbu dengan bagian yang dicekam.
è Pencekam Empat Rahang Tidak Serempak (independen)
Pencekam ini digunakan untuk mencekam benda kerja yang
berbentuk silindris dimana bagian yang dikerjakan diharapkan tidak satu sumbu
dengan bagian yang dicekam (pembubutan eksentrik) atau bentuk-bentuk tidak
simetrik.
3.
Pelat Pembawa (Drive Plate)
Pelat pembawa dipasang pada spindel,
sedangkan senter tetap dipasang pada lubang spindel, dan senter putar dipasang
pada kepala lepas. Ketelitian kedudukan benda kerja dipasang diantara dua
senter pada kedua ujung benda kerja.

Gambar 2.41 Pelat Pembawa
dan Kait Pembawa (lathe dog)
4. Pelat Pembawa Rata (Face Plate)
Pelat ini mirip dengan pelat pembawa,
perbedaannya adalah pada pelat pembawa digunakan untuk pembubutan dua senter
(harus dengan perlengkapan kait pembawa, senter tetap dan senter putar serta
benda kerja harus diberi lubang senter pada kedua ujungnya), sedangkan pelat
pembawa rata digunakan untuk pembubutan bentuk-bentuk yang rumit (benda kerja
yang tidak dapat dicekam dengan alat pencekam lain). Pencekaman benda kerja
pada pelat pembawa rata biasanya menggunakan peralatan tambahan berupa klem,
baut, dan bandul penyeimbang.
Gambar 2.42 Pelat Pembawa Rata
5.
Kolet (Collet)
Kolet mempunyai bentuk tabung berkepala
tirus. Ujung kolet diberi sobekan agar ujung tersebut dapat digunakan untuk
mencekam benda kerja. Setelah benda kerja dipasang pada kolet, lalu kolet
dimasukkan dalam lubang spindel, dan ditarik ke belakang menggunakan batang
penarik yang dipasang dari belakang spindel. Tarikan tersebut menyebabkan kolet
tertekan oleh lubang tirus ujung spindel, maka cekaman terhadap benda kerja
makin kuat.
Gambar 2.43 Kolet
6.
Mandril
Adalah batang pemegang benda kerja, sehingga benda kerja yang akan
dipasang pada mandril harus diberi lubang terlebih dahulu. Digunakan untuk
benda kerja yang tidak mungkin dicekam dengan alat pencekam lain. Contoh: puli,
ring, dan sebagainya, dimana diharapkan permukaan luar benda kerja satu sumbu
dengan permukaan dalamnya.

Gambar
2.44 (a) Mandril dengan mur pengencang
(b) Mandril dengan pengembang
7.
Penyangga (Steady Rest)
Berdasarkan tempat
kedudukannya, penyangga dibedakan menjadi :
a.
Penyangga Tetap
Dipasang pada meja (bed), mesin diantara kepala tetap
dan kepala lepas, berfungsi untuk menyangga (menumpu) benda kerja agar tidak
lentur atau terdefleksi pada saat dikerjakan. Penyangga tetap menggunakan tiga
ujung bantalan penyangga.
Gambar 2.45 Penyangga
b.
Penyangga Jalan
Dipasang pada eretan, dengan fungsi untuk menyangga
(menumpu) benda kerja agar tidak terdefleksi pada saat pengerjaan.
8.
Senter
a.
Senter Tetap
Senter yang bagian ujungnya tidak dapat
diputar. Digunakan untuk mendukung (menumpu) benda kerja pada sumbunya (pada
sumbu benda kerja di center drill terlebih dahulu). Pencekaman menggunakan
pasangan senter tetap, pelat pembawa dan senter putar ini dilakukan untuk
proses pembubutan diantara dua senter.

Gambar 2.46 Senter Tetap
b.
Senter Putar
Senter
yang bagian ujungnya dapat berputar.
Gambar 2.47 Senter Putar
9.
Drill Chuck
Berfungsi untuk mencekam mata gurdi
(yang berbatang silindris) pada saat pembuatan lubang dengan menggunakan mesin
bubut. Drill Chuck dipasang pada poros kepala lepas. Untuk mencekam mata gurdi
berbatang tirus digunakan sarung pengurang (Sleve Adaptor).
Gambar 2.48 (a) Penggunaan pencekam mata
gurdi (Drill Chuck)
(b) Pembuatan lubang dengan menggunakan mesin
bubut
10.
Kartel
Kartel adalah suatu
alat yang gunanya untuk membuat alur – alur kecil pada benda kerja dengan
maksud agar supaya tidak licin jika
dipegang dengan tangan seperti pemegang. Kartel ini dipasang sama persis seperti pahat.
Kartel dibagi menjadi dua maca, yaitu :
a.
Diamond Knurl adalah kartel
pesilang diagonal.
b.
Straight Knurl adalah kartel
lurus.
Gambar 2.49 Kartel
11. Cairan Pendingin
Peralatan
lain yang digunakan pada saat menggunakan mesin bubut adalah cairan pendingin.
Macam – macamnya antara lain :
a.
Cairan sintetik (Syntetic
fluids, chemical fluids)
Larutan murni ini bersifat
melumasi biasanya dipakai untuk sifat penyerapan panas yang tinggi dan melindungi
terhadap korosi.
b. Cairan emulsi (Emulsions, water miscible
fluids, water soluble oils)
Unsur pengemulsi ditambahkan ke dalam
minyak yang kemudian dilarutkan dalam air. Penambahan jenis minyak jenuh atau
unsur lain dapat menambah daya pelumas.
c. Cairan semi sintetik
Merupakan perpaduan cairan sintetik dan emulsi dimana :
v Kandungan minyak lebih sedikit
v Kandungan pengemulsinya lebih banyak dari
tipe cairan sintetik
d. Minyak
(Cutting Oils)
Berasal dari
satu atau kombinasi dari minyak bumi, minyak binatang, minyak ikan atau minyak
nabati.
(Taufiq Rachim, 1993, hal.442)
Fungsi dari cairan pendingin
adalah :
1.
Untuk
mengurangi gesekan antara mata pahat dengan benda kerja.
2.
Untuk mengurangi suhu pahat.
3.
Untuk memperpanjang umur pahat.
4.
Untuk menurunkan daya yang
diperlukan.
2.2.7 Proses Kerja Pada Mesin Turning
a.
Setting Nol
1. Pasang benda kerja pada chuck, pastikan pemasangan kuat dan pas
agar benda kerja tidak goyang.
2. Atur letak pahat tepat menyentuh ujung benda kerja , lalu beri
sedikit jarak.
3. Cutting motion (benda kerja berputar); dengan
putaran utama.
4. Gerakkan pengatur pemakanan / cross slide
crank sampai pahat sedikit memakan benda kerja.
5. Menjauhkan pahat dari benda kerja dengan
menggeser longitudinal transverse handwheel ke arah kanan, sumbu z positif.
6. Pada pengatur pemakanan, posisikan pada angka
nol tanpa mengubah posisi handle yaitu pada sumbu x.
b.
Facing
1. Pasang benda kerja pada chuck, pastikan pemasngan kuat dan pas agar
benda kerja tidak goyang.
2. Atur letak pahat tepat menyentuh ujung benda kerja, lalu beri
sedikit jarak.
3. Putar benda kerja dengan putaran utama.
4. Gerakkan longitudinal transverse handwheel
sampai pahat sedikit memakan benda kerja.
5. Lanjutkan pemakanan benda kerja hingga ujung
permukaan rata.
2.2.8 Performansi pada Mesin
Turning
1.
Kecepatan potong (Cutting
Speed)
Kecepatan potong adalah
kecepatan yang terjadi saat keliling benda kerja bergerak sepanjang pahat yang
dinyatakan dalam
Secara sistematis
dapat dirumuskan :
dimana
:
v =
kecepatan potong (m/menit)
D =
diameter benda kerja (mm)
n = putaran
spindel
2. Panjang Pembubutan.
3. Gerak Pemakanan (f)
Gerak
pemakanan adalah gerak dari pahat terhadap benda kerja yang berputar atau
menghasilkan geram.
dengan
satuan mm/putaran..
4. Putaran Spindel 
5. Depth of Cut
Depth of Cut yaitu kedalaman
dan pemakanan dengan pahat bulat.
dimana :
D = diameter sebelum pembubutan
d = diameter setelah pembubutan
6. Banyaknya Pembubutan 
7. Waktu Permesinan
Waktu
permesinan adalah waktu yang diperlukan dalam proses pembubutan suatu benda
kerja.
Ø Turning
Ø Facing
Ø Drilling
Dimana T = waktu pengerjaan
(menit)
L = panjang benda kerja (mm)
d = diameter lubang (mm)
i = banyaknya pemakanan
f = gerak pemakanan
n = putaran spindel

















No comments:
Post a Comment