Pages

Monday, 24 March 2014

Dari mana datangnya Listrik?



Listrik yang Dibangkit
Listrik merupakan energi, daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan ataupun melalui sebuah proses kimia dimana hasil dari proses kimia tersebut bisa digunakan untuk menghasilkan panas, cahaya, atau bahkan bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan sebuah mesin.
Listrik terbagi atas dua:
1.      Alami yaitu terjadi pada proses tanpa campur tangan manusia seperti Kilat
2.      Buatan yaitu dibuat melalui alat - alat pembangkit Listrik seperti PLTA,PLTU,PLTG,PLTD dll
Proses pembangkit yang dibahas disini adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Besar energi yang dapat dibangkitkan pada pembangkit listrik tenaga air ditentukan oleh 2 (dua) faktor, yaitu :
1.      Beda ketinggian antara bagian atas aliran air sebelum masuk pipa pesat dengan ketinggian air saat keluar pipa pesat, atau lazim disebut sebagai Head.
2.      Debit aliran air yang mengalir melalui pipa pesat  dan menggerakkan turbin

Pembangkitan dan Penyaluran Secara Umum pada PLTA
 Langkah pertama Air akan masuk dalam sebuah saluran.Saluran air itu menyebabkan perputaran pada turbin yang menghasilkan listrik di dalam generator.Listrik di Generator ini masih merupakan tahap awal dengan tegangannya 6.000 - 21.000 volt
Tahap selanjutnya Listrik yang baru lahir tersebut akan disalurkan ke Gardu Induk Tegangan Ekstra tinggi (GITET) yang mana ada transformator raksasa yang digunakan untuk Menyesuaikan  tegangannya menjadi 500 ribu volt.Karena untuk mengecilkan arusnya dan meningkatkan tegangannya agar dapat disalurkan ke kawat - kawat listrik yang disebut saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) menuju transformator (lagi) dan menurunkan tegangannya kembali menjadi 150.000 volt.Hal ini dikarenakan jarak untuk mengalirkannya tidak sejauh sebelumnya
Lalu Listrik ini mengalir ke Trafo yang ada pada gardu induk untuk memperkecil tegangannya lagi menjadi 20.000 volt dan dialirkan lagi ke trafo yang ada pada tiang - tiang listrik dan mulai disalur - salurkan ke konsumen.
Dan ternyata menurut konfigurasinya penyaluran dibagi atas beberapa macam
1.      Menurut nilai tegangannya:
(1)          Saluran distribusi Primer, Terletak pada sisi primer trafo distribusi, yaitu antara titik Sekunder trafo substation (Gardu Induk) dengan titik primer trafo distribusi. Saluran ini bertegangan menengah 20 kV. Jaringan listrik 70 kV atau 150 kV, jika langsung melayani pelanggan, bisa disebut jaringan distribusi.
(2)       Saluran Distribusi Sekunder, Terletak pada sisi sekunder trafo distribusi, yaitu antara titik sekunder dengan titik cabang menuju beban
2.      Menurut bentuk tegangannya:
a)      Saluran Distribusi DC (Direct Current) menggunakan sistem tegangan searah.
b)      Saluran Distribusi AC (Alternating Current) menggunakan sistem tegangan bolak-balik.
3.      Menurut jenis/tipe konduktornya:
a. Saluran udara, dipasang pada udara terbuka dengan bantuan penyangga (tiang) dan perlengkapannya, dan dibedakan atas:
- Saluran kawat udara, bila konduktornya telanjang, tanpa isolasi pembungkus.
- Saluran kabel udara, bila konduktornya terbungkus isolasi.
b. Saluran Bawah Tanah, dipasang di dalam tanah, dengan menggunakan kabel tanah (ground cable).
c. Saluran Bawah Laut, dipasang di dasar laut dengan menggunakan kabel laut (submarine cable)




4.      Menurut susunan (konfigurasi) salurannya:
a. Saluran Konfigurasi horizontal, bila saluran fasa terhadap fasa yang lain/terhadap netral, atau saluran positip terhadap negatip (pada sistem DC) membentuk garis horisontal.
b. Saluran Konfigurasi Vertikal, bila saluran-saluran tersebut membentuk garis vertikal
c. Saluran konfigurasi Delta, bila kedudukan saluran satu sama lain membentuk suatu segitiga (delta).







No comments:

Post a Comment